KEPADA SENIMAN TUA

Bukan aku meninggalkan,
bukan pula mendendam.
Aku hendak bertualang,
berkaki telanjang menuntaskan keinginan.

Aku tak bahagia pada keadaan,
hidup serampangan, bingung cari makan.
Aku tak bahagia pada keadaan,
hidup serampangan, anak-bini kelak kelaparan.

Aku tak bahagia pada kenyataan,
ayahku bukan sutradara,
memberiku banyak peran utama,
menunjukku menulis naskah,
dan mencekokiku penghasilan.

Aku tak bahagia pada keadaan,
ibuku bukan bintang sinema,
menenteng dan menuntun tanganku sepanjang jalan,
menyuapkan banyak kesempatan.

Kepada seniman tua,
bukan aku meninggalkan, bukan.
Aku hanya mencari jalan,
merintis jalurku sendiri,
agar tak melarat di depan hari,
menghancurkan diri sendiri.

Sebab sempit kesempatanku di jalan kalian,
jalan sepotong itu penuh anak-anak kalian,
cucu, dan keponakan kalian,
ipar dan kerabat kalian.

Kepada seniman tua,
bukan aku meninggalkan,
pewarisan dinasti aku tak tahan.

Kepada seniman tua,
bukan aku melupakan,
engkaulah yang meninggalkan.

24 April 2011