SERATUS HASTA DARI ISTANA

Tersebut satu kisah,
membelalakkan mata,
mengguncang keteguhan jiwa.

Seratus hasta dari istana,
di situ bermula,
di rindang pohon asam jawa.

Ia perempuan sebatang kara.
Ada codet di wajahnya, ada teguh di hatinya.
Dan marah di matanya.

Ia perempuan, ia sendirian.
Bila malam berbintang, ia berjalan gemetaran,
ke lapangan emas menjajakan cincin emas.
Bila malam tak berbulan, ia gemetaran,
menahan dingin dari embun juga hujan berjatuhan.

Ia perempuan, ia sendirian.
Sepuluh tahun tetap bertahan,
Ia perempuan, ia sendirian.
Ia pelacur yang muncul malam.

2 Maret 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar